Idul Fitri 1431 H

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar…

Laa ilaaha illa Llah, huwa Llah akbar,

Allahu akbar wa li Llahilhamdu

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1431 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Taqabalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin.

Tahun ini adalah pertama kalinya kami merayakan Idul Fitri di Swedia. Tentu saja suasananya sangat berbeda dibandingkan di tanah air. Di sini Idul Fitri bukan hari libur nasional sehingga suasana tetap seperti hari-hari kerja biasa pada umumnya. Beruntung kami tinggal di daerah yang banyak muslimnya, sehingga anak-anak bisa minta izin untuk tidak berangkat sekolah. Bahkan sebenarnya pihak sekolah sudah lebih dahulu membagikan formulir permohonan izin kepada anak-anak, sebelum kami memintanya.

Seperti halnya di Indonesia, kami melaksanakan puasa 30 hari dan Idul fitri tahun ini  jatuh pada hari Jumat, 10 September.  Untuk daerah Hissingen dan sekitarnya, sholat Ied diselenggarakan di gedung olahraga… bukan di masjid atau lapangan terbuka seperti di Indonesia…

Berpose dulu sebelum berangkat sholat Ied….



Ini adalah imam dan khatib sholat Ied. Khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab, dari awal sampai akhir…

Suasana ketika khutbah disampaikan. Sebagian dengan khusyuk mendengarkan khutbah, sebagian lagi dengan tergesa-gesa meninggalkan arena sholat Ied. Mungkin mereka ingin segera berangkat ke tempat kerja, mengingat hari ini bukan hari libur. Para jamaah sholat Ied di gedung ini sebagian besar adalah etnik Somalia.

Tentu saja kami termasuk golongan yang khusyuk mendengarkan khutbah… meskipun tidak faham apa yang disampaikan oleh khatib.. hehehe… Paling tidak kami paham doa yang diucapkan di akhir khutbah…🙂

Dari sekian banyak peserta sholat Ied, hanya ada tiga keluarga yang berasal dari Indonesia, yaitu keluarga mbak Eka, keluarga mbak Lala dan tentu saja kami sekeluarga. Tampak di sini mbak Eka sedang menggendong Adam, anaknya.

Salah satu hal yang menarik di sini adalah seusai sholat Ied ada pembagian roti dan permen untuk anak-anak. Tapi ternyata, orang dewasa juga ikut-ikutan rebutan mau ambil roti….😛

Ramai sekali suasana setelah sholat usai. Orang-orang berdesak-desakan menuju pintu keluar.

Ini suasana di luar gedung tempat diselenggarakannya sholat Ied. Kami sedang siap-siap untuk pulang ke rumah. Cuaca agak kurang bersahabat, mendung dan gerimis sedikit serta udara terasa dingin. Makanya makan roti bisa menambah energi untuk menahan hawa dingin….😉



Setiba di rumah, acara sungkeman dimulai… Naufal dan Rian sedang saling memaafkan… yaa..sesama saudara harus rukun ya nak…

Tentu saja, bukan hari raya namanya kalau tidak ada hidangan lontong dan opor ayam serta sambal goreng hati… Semuanya asli buatan sendiri lho… bukan beli, apalagi impor dari Pekalongan… hehehe…😉

Oh ya, karena di sini tidak memungkinkan untuk membuat ketupat dari daun kelapa, maka kami membuat lontong yang dibungkus plastik berlubang-lubang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s